Friday, 11 January 2013

PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT DALAM ISLAM


A.          Pentingnya Pendidikan dalam Islam
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia memiliki keistimewaan yaitu memiliki akal dan pikiran. Akal dan pikiran tersebut harus dimanfaatkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah. Salah satu caranya yaitu dengan menuntut ilmu melalui berbagai macam proses pendidikan.
Setiap muslim dan muslimah berkewajiban untuk menuntut ilmu/ belajar, baik ilmu tentang hal-hal dunia maupun ilmu yang mempelajari tentang urusan akhirat. Ilmu-ilmu tentang hal-hal di dunia antara lain Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa, dan sebagainya. Ilmu-ilmu yang mempelajari tentang urusan akhirat yaitu ilmu agama, yaitu agama Islam. Kedua ilmu tersebut harus seimbang sehingga kehidupan dunia dan akhirat kita juga akan seimbang. Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:
“Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat.”
Setiap manusia tentu mendambakan kebahagiaan baik dunia maupun akhirat. Manusia tidak akan bisa mengharapkan datangnya kebahagiaan tanpa menuntut ilmu. Dalam hal ini, Nabi Muhammad S.A.W bersabda:
“Barang siapa yang menghendaki (kebahagiaan) dunia maka hendaklah ia berilmu dan baragsiapa yang menghendaki (kebahagiaan) akhirat maka hendaklah ia berilmu  dan baragsiapa yang menghendaki kedua-duanya maka ia pun harus berilmu.”
Manusia tidak akan bisa menjaga diri kita kalau tidak memiliki ilmu. Hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah yang artinya:
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (Q. S. At Taubah: 122).
Pentingnya pendidikan telah dicontohkan oleh Allah pada wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5 yang artinya :
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ayat tersebut mengandung banyak isyarat-isyarat pendidikan dan pengajaran dengan makna luas dan mendalam. Prilaku Nabi Muhammad saw sendiri, selama hayatnya sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang tinggi. Nama Muhammad berdagang dengan ilmu dan berdakwah juga dengan ilmu.
Dalam ajaran Islam, pendidikan menduduki posisi yang sangat penting. Mengingat bahwa keberadaan manusia di dunia ini mengemban tugas dan tanggung jawab baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah di bumi. Kedua tugas tersebut merupakan satu kesatuan yang terintegrasi di dalam perilaku seseorang.
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk manusia yang bertakwa kepada Allah. Yaitu dengan menyelaraskan aktivitas ibadah dalam konteks hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
Dalam Islam, pendidikan sangat penting sebagai upaya menanamkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam pada kehidupan nyata melalui pribadi-pribadi muslim yang beriman dan bertakwa, sesuai dengan harkat dan derajat kemanusiaan sebagai pemimpin bumi. Penghargaan Allah terhadap orang-orang yang berilmu dan berpendidikan dilukiskan pada ayat berikut:
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Mujadalah: 11).
Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Selain itu, penting bagi manusia untuk mendapatkan pendidikan dan ilmu untuk mencapai surga Allah S. W. T. Dalam hal ini Nabi Muhammad S. A. W. bersabda:
“Barangsiapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

B.        Konsep Pendidikan dalam Islam
Pendididikan dalam Islam berlandaskan pada semua yang berada di dalam Al Quran dan Hadist. Ilmu yang diperoleh dari pendidikan juga wajib disebarluaskan kepada orang lain. Dimulai dari diri sendiri untuk mengikuti semua aturan dalam Islam yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, apabila telah menuntut ilmu, maka wajib untuk menyebarluaskan dan mengamalkannya. Ilmu yang tidak digunakan maka lama kelamaan akan terhapus dari ingatan manusia. Sebagaimana Rasulullah S.A.W bersabda:
“Barangsiapa yang mengajarkan ilmu, maka baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tidak kurang pahala bagi orang yang mengamalkannya.”
Apabila manusia mengajarkan ilmu yang telah mereka dapat, maka mereka akan memperoleh pahala seperti saat mengamalkan ilmu tersebut. Bila ilmu yang dimiliki tidak diajarkan, maka percuma saja memiliki ilmu sehingga ilmu tersebut hanya sia-sia. Sebagaimana Rasulullah S.A.W. bersabda:
“Seseorang tidak dikatakan berilmu sehingga ia mengamalkan ilmunya itu.”
“Ilmu yang tidak diamalkan laksana pohon tidak berbuah.”
Konsep pendidikan dalam Islam menghendaki kesempurnaan kehidupan yang tuntas, sesuai dengan firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 208, yang artinya :
”Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.
Konsep pendidikan dalam Islam berorientasi kepada pembentukan kepribadian muslim secara utuh dan menyeluruh. Tujuannya tidak sebatas dunia, melainkan menjangkau akhirat kelak. Dengan dilandasi kesadaran dan keyakinan bahwa manusia berasal dari Allah, dan akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan amalnya selama hidup di dunia.
 Konsep pendidikan dalam Islam bersifat universal.  Setiap manusia berhak dan wajib untuk memperoleh pendidikan. Tidak memandang perbedaan status, ras, warna kulit, dan sebagainya. Manusia tidak hanya mempelajari ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan yang lain. Ilmu agama dan ilmu pengetahuan saling berhubungan satu sama lain. Manusia memerlukan ilmu pengetahuan untuk memenuhi kebutuhannya di dunia dalam usaha mencapai kesejahteraan hidup. Sedangkan ilmu agama diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia. Jadi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama saling memperkuat satu sama lain.
Konsep belajar/ pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat di seluruh dunia. Dalam proses pendidikan senantiasa dihubungkan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuhkembangkan potensi manusia sebagai pemimpin.
Setiap manusia berhak dan wajib untuk memperoleh pendidikan. Tidak memandang perbedaan status, ras, warna kulit, dan sebagainya.

2 comments:

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...