Monday, 14 January 2013

Wawan dan Anto


Ada seorang anak bernama Wawan. Wawan berasal dari keluarga yang berada. Wawan mempunyai banyak teman. Salah satunya bernama Anto. Kaki Anto pincang akibat terjatuh dari pohon saat mengambilkan layang-layang adiknya di atas pohon. Kulitnya hitam. Orang tuanya kurang mampu. Wawan sering mengejek Anto dan suka usil kepada Anto. Wawan sering menjulukinya “Si Pincang” atau “Si Hitam”. Akan tetapi Anto tidak pernah membenci Wawan. Ketika bertemu, Anto selalu menyapa Wawan walaupun sering sekali dibalas dengan ejekan.
Pada suatu hari, Wawan terjatuh dari dari sepeda. Kakinya terluka. Dia takut menjadi pincang seperti Anto. Tiba-tiba Anto datang. Dia datang tanpa kursi roda. Ternyata kakinya sudah sembuh. Anto kemudian menolong Wawan. Dia membawanya ke rumah sakit. Wawan terus menangis. Tetapi Anto terus berusaha untuk menenangkan Wawan. “Dokter akan mengobati kakimu. Mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Anto. “Akan tetapi, aku bersalah. Aku sering mengejekmu, ” kata Wawan. Anto berkata, “Sudahlah, lupakan saja. Aku telah memaafkanmu. Sebagai teman kita harus saling menyayangi.”

No comments:

Post a Comment

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...