Friday, 29 March 2013

Cara Menghitung Jumlah Karakter Tulisan



Pada event-event lomba menulis cerpen, artikel, dan yang lainnya sering ada persyaratan tentang jumlah karakter ataupun kata dalam tulisan yang harus dipenuhi. Kita tentu sulit menghitungnya bila dilakukan secara manual. Berikut ini merupakan cara untuk menghitung jumlah karakter dan tulisan di Microsoft Word 2007:

Memaknai Tembang Pocung dan Dhandhanggula


Pocung

Ngelmu iku kalakone kanti laku
(Dalam menuntut ilmu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh)
Lekase lawan kas
(Semua berawal dari niat)
Tegese kas nyantosani
(Niat yang penuh semangat)
Setya budya pangekese dur angkara
(kesetiaan dalam menuntut ilmu akan membuat kita mampu melewati segala rintangan)

Thursday, 28 March 2013

Offroad di Sepanjang Jalan Sritex – Tamsis Sukoharjo


          Keadaan jalan dari Sritex sampai Tamsis (SMA Taman Siswa) rusak parah. Jalannya berlubang. Sangat berbahaya bagi kendaraan bermotor. Sudah dua kali saya melihat ada dua kendaraan bermotor yang terjebak di jalan tersebut karena rodanya tidak bisa bergerak (selip). Yang pertama salah satu bus jurusan Wonogiri – Solo dan yang kedua sebuah truk. Jalan di situ memang cukup sempit. Pada jam-jam tertentu sering mengalami kemacetan. 

Receh for Books 2013

      Receh for books, benar-benar challenge yang seru. Jadi inget dulu aku sering banget menyisihkan recehan-demi recehan. Mulai sekarang perlu diaktifkan lagi nih. Menyisihkan recehan untuk beli buku. 

Wednesday, 27 March 2013

#2 - pohon


         Pohon tumbuh tinggi menjulang ke angkasa. Pohon yang paling aku suka tentu pohon kelapa. Pohon yang memiliki sejuta manfaat. Batangnya bisa untuk membuat bangunan. Daun kelapa namanya blarak. Daun kelapa yang masih muda namanya janur. Daunnya bisa untuk makan ternak, membuat ketupat, dan membuat berbagai aneka mainan. Buahnya bisa untuk bumbu memasak. Buah kelapa yang masih muda namanya degan. Air degan bisa diminum secara langsung atau ditambahi dengan gula jawa kemudian diberi es. Mantaappp.... Buahnya yang masih muda juga enak untuk dimakan. Hmm....jadi pengen nihh... Bunga kelapa namanya manggar.

#3 - Terpesona


Dengar kata terpesona pasti langsung kepikiran dengan lagu ini:
Terpesona ku pada pandangan pertama
Dan tak kuasa ku menahan rinduku
Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku
Ingin ku peluk dan ku kecup keningmu..

Uwooo...uwooo... tore rore rorett....bremmm...bremmm... #lhohh....

Ketika ku terpesona, serasa beberapa detik ku kehilangan kesadaran. Mata tak berkedip. Waktu seakan berhenti sejenak. Dan kukatakan. . .  “Wuiww . . . ”
Serasa ada kembang api “plethak plethok” di atas kepala . .  .
Dan saat sadar kembali aku salah tingkah tak karuan alias speechless. Terpesona itu kadang menyesatkan juga ya. . . . ahahaha. . . . .

#1 - Lampu Bolam

    
       Lampu bohlam merupakan sebuah lampu yang berukuran kecil dengan daya yang kecil yaitu ada yang 5 watt, 10 watt, dan 25 watt. Lampu bohlam kecil memang tidak bisa menerangi seterang lampu neon yang besar. Tetapi walaupun kecil lampu bohlam memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lampu-lampu lain. Lampu bolam kecil, mudah dibawa, harganya terjangkau, hemat, dan sebagainya. Cahaya lampu bohlam tidak terlalu tajam dan silau. Walaupun kecil lampu bohlam sangat bermanfaat. Lampu bolam mampu melahirkan inspirasi-inspirasi dalam menulis. Sinarnya membuat suasana semakin bermakna.

#4 - Terbang



Ku terbang melayang menyusuri awan
Mencari bintang di kala siang
Angin-angin menyapa penuh riang             
Kicau burung mendendangkan lagu penuh cinta
Sayap indah kupu-kupu kian berwarna

Ku mulai lelah
Sayap-sayapku tak dapat ku kepakkan
Nyala-nyala api semangatku mulai padam

Berharap bintangku kan datang
Menemaniku dalam setiap perjalanan
Menerangiku dalam setiap kegelapan

Terbangku tak lagi terbayang
Yang ku cari tak kunjung kutemukan
Haruskah ku berakhir sampai di sini
Tertatih-tatih penuh kegalauan

Ku ingin terbang
Terbang kembali menggapai bintang

Ku ingin terbang
Menemukan kembali bintang yang kurindukan


Monday, 25 March 2013

Pria Pencari Kayu dan Sang Penari


Seorang pria pencari kayu terlihat kepayahan memikul kayu di hutan. Dia meletakkan kayu-kayu itu kemudian duduk di bawah pohon. Ia mendapatkan petunjuk untuk menyaksikan pertunjukkan tari di desa seberang. Pria itu terpesona melihat keluwesan sang penari. Gelora-gelora asmara terpancar dari mata pria itu. Sang penari selalu tenggelam dalam keangkuhannya setelah selesai menari. Bertahun-tahun pria itu selalu mengikuti kemanapun dia menari. Sang penari tetap menunjukkan rasa angkuhnya. Suatu hari sang penari menunjuk pria itu untuk menari bersamanya. Ketika menari, “Tolong, tunjukkan tanganmu !” kata pria itu. Dia memberikan setangkai bunga kepada sang penari. Sang penari menunjukkan adanya perasaan yang sama pada pria itu. Senyum yang indah yang meleburkan segala keangkuhannya. Ketulusan cinta yang bergelora mampu meluluhkan hati sang penari. Dan ternyata semua itu hanyalah mimpi di siang hari.


Note:
Sebenarnya cerita ini dibuat untuk diikutkan dalam event Zona EYD #007 di grup PEDAS. Cerita ini belum sempat diposting di grup karena saya ketiduran.  Berhubungan dengan waktu posting yang sudah lewat maka cerita ini saya posting saja di blog saja.

YAKIN


Yang harus dipercaya
Allah yang Maha Berkehendak
Kelak kita kan meraihnya
Ikhtiar dan doa adalah jalannya
Niat yang lurus adalah dasar utamanya

Thursday, 14 March 2013

Puisi Bara


Setiap hari aku lihat dirinya lewat di samping rumahku. Mengenakan seragam putih abu-abu, dengan langkah seribu menuju ke sekolah untuk menuntut ilmu. Wajahnya seperti tak asing bagiku. Ternyata dia Lily, sahabatku waktu SD dulu. Kini dia terlihat begitu anggun dan semakin menggetarkan hatiku.
Setiap hari kukirimkan puisi indah walau tanpa nama. Tetapi sepertinya dia mulai mengenaliku dari bahasa-bahasa puisi yang kukirimkan. Suatu hari aku beranikan diri untuk menyapanya, “Lily, kamu Lily kan? Ini aku Bara.”

Tuesday, 12 March 2013

Prompt #5: Dilema



Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.
 “Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua,” ucap Roni pada dirinya sendiri.
Marni perlahan mendekati Roni, adik yang sangat ia sayangi. Dia pungut lembaran itu. Roni tetap termenung dengan kegelisahannya. Kegelisahan karena lembaran kertas itu.

Wednesday, 6 March 2013

Tiap Kali Nulis . . . . .



        Tiap kali berusaha nulis cerpen atau story apapun selalu saja bermasalah dengan konflik dan endingnya. Sering kali malah salah fokus melenceng dari ide awal dari yang sebenarnya pengen diceritakan. Hal yang paling membahagiakan ketika orang lai
n mengerti apa yang kita utarakan, apa yang kita ungkapan, baik itu melalui ucapan, tulisan, maupun gesture. Paling sedih dan rasanya menyebalkan kalo orang tidak mengerti dengan apa yang kita sampaikan. Sedih dan sebal terhadap diri sendiri. Kecewa juga. Tapi terlarut dalam kekecewaan tak kan membuat semua menjadi lebih baik.... Hmm,,,,mesti banyak belajar lagi dan mesti banyak berlatih lagi.... Semua membutuhkan proses dan menghargai suatu proses itu perlu, agar kita tetap bersabar untuk terus bertahan dan memiliki semangat untuk berjuang.