Thursday, 14 March 2013

Puisi Bara


Setiap hari aku lihat dirinya lewat di samping rumahku. Mengenakan seragam putih abu-abu, dengan langkah seribu menuju ke sekolah untuk menuntut ilmu. Wajahnya seperti tak asing bagiku. Ternyata dia Lily, sahabatku waktu SD dulu. Kini dia terlihat begitu anggun dan semakin menggetarkan hatiku.
Setiap hari kukirimkan puisi indah walau tanpa nama. Tetapi sepertinya dia mulai mengenaliku dari bahasa-bahasa puisi yang kukirimkan. Suatu hari aku beranikan diri untuk menyapanya, “Lily, kamu Lily kan? Ini aku Bara.”

“Iya, Bara gimana kabarnya?” tanya Lily padaku.
“Baik, ayo mampir dulu, hujannya makin deras lho,” pintaku pada Lily. Saat aku mengambil minuman dia menemukan buku catatan kecilku waktu SD di atas meja teras.
“Maaf Lily, selama ini akulah yang mengirimi kamu puisi-puisi itu. Bahkan yang mengirimimu puisi-puisi waktu SD itu juga aku,” kataku pada Lily.
“Aku tau kok, kalau ternyata my sceret admirerku selama ini adalah kamu, gimana ngga tau tulisan puisi darimu walau tanpa nama tulisannya sama dengan tulisan catatanmu yang aku pinjam dulu, bahasanya pun juga ngga jauh beda, dan sampai sekarang puisi-puisi itu masih kusimpan,” katanya sambil tersenyum.

2 comments:

  1. maaf jika komentar saya tidak ada hubungannya dengan post.

    saya hanya ingin memberitahukan bahwa blog sobat saya kasih award. silahkan di cek di blog saya.:)
    selamat !

    ReplyDelete

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...