Friday, 14 June 2013

MENGGALI MAKNA LAMBANG BURUNG GARUDA




1.      Mengapa bangsa Indonesia memilih lambang burung garuda?
Bangsa Indonesia memilih lambang burung garuda karena burung garuda melambangkan kekuatan dan kebesaran suatu bangsa. Burung garuda mempunyai sifat yang berani, penuh percaya diri, energik, dinamis, tidak tergantung pada yang lain, selalu terbang menguasai angkasa untuk terus memantau keadaan, setia, dan pantang menyerah. Burung garuda selalu berani untuk mempertahankan wilayahnya sendiri. Tetapi, burung garuda tetap menghormati wilayah burung-burung yang lain. Burung garuda juga merupakan burung yang disegani dan dihormati pada zaman Hindu dulu. Selain itu, warna kuning emas pada burung garuda juga melambangkan kejayaan suatu bangsa.



2.      Mengapa kepala burung garuda digambar menghadap ke kanan?
     Kepala burung garuda digambar menghadap ke kanan karena melambangkan kebaikan dan kebenaran. Lambang burung garuda diambil dari penggambaran kendaraan Batara Wisnu yaitu garudeya. Dalam pergelaran wayang, tokoh baik di sebelah kanan dan tokoh jahat di sebelah kiri. Jadi, ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu berusaha untuk mengarah pada kebaikan dan mencapai tujuan yang baik.
     
3.      Mengapa jumlah bulunya diatur?

    Jumlah burung garuda pada lambang negara Indonesia diatur karena sebagai lambang bahwa hari proklamasi Republik Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal tersebut, Indonesia telah menjadi negara yang berdaulat. Selain itu, sebagai lambang titik puncak perjuangan bangsa Indonesia yang telah berjuang dengan sekuat tenaga untuk mencapai kemerdekaannya itu. pada sayapnya terdapat 17 helai bulu yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia. Pada ekornya terdapat 8 helai bulu yang melambangkan bulan ke delapan yaitu bulan Agustus. Sedangkan pada leher burung garuda ada 1945 helai bulu yang melambangkan tahun 1945 yang merupakan tahun kemerdekaan Indonesia.

 


4.    Mengapa burung garuda mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika? Jelaskan artinya!
    Burung garuda mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika karena menujukkan atau melambangkan persatuan bangsa Indonesia yang kuat seperti cengkeraman pita pada kakinya. Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
  Bhinneka Tunggal Ika artinya walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari banyak pulau serta terdiri berbagai ras, suku, bahasa, dan agama tetapi bangsa Indonesia tetap bersatu dan tetap berda dalam wilayah Negara Nesatuan Republik Indonesia. Walaupun terdapat beribu macam perbedaan tetapi bangsa Indonesia tetap hidup ruku berdampingan satu sama lain dan saling menyatu untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa serta untuk mencapai kejayaan bangsa Indonesia.  
       
5.      Mengapa burung garuda diberikan gambar perisai?
Burung garuda diberikan perisai karena perisai sebagai tameng yang melambangkan pertahanan dan perlindungan bangsa Indonesia. Pada perisai itu terdapat lima simbol yang melambangkan sila-sila dari Pancasila. Di tengah terdapat simbol bintang yang memiliki lima sudut yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti Tuhan yang menjadi cahaya bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan itu ada. Warna hitam juga melambangkan keabadian yaitu keabadian Sang Pencipta.
Di kanan bawah, rantai melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait melambangkan bahwa setiap manusia membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.
Di kanan atas, gambar pohon beringin yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia berada di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia. Sedangkan warna hijau pada daun beringin melambangkan kemakmuran dan kesuburan bangsa Indonesia.
Di sebelah kiri atas, gambar kepala banteng yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan. Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul. Rakyat Indonesia berkumpul untuk bermusyawarah membahas sesuatu.
Di sebelah kiri bawah, padi dan kapas yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran.
Garis hitam tebal yang melintang di tengah-tengah perisai melambangkan garis khatulistiwa yang melewati wilayah Indonesia. Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia dan warna bendera negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kesucian.

No comments:

Post a Comment

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...