Thursday, 6 June 2013

Miracle Worker-Kisah Helen Keller

         
      Miracle Worker, sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan. Setiap adegannya memiliki sejuta makna. Menceritakan masa kecil Helen Keller, seorang gadis kecil yang menderita kebutaan, bisu, dan tuli. Dari dia mulai belum mengerti bahasa sampai dia bisa berkomunikasi dengan orang lain.
       
 
        Helen Keller adalah putra dari James Keller dan Kate Keller. Dia dilahirkan secara normal. Dia menjadi buta, bisu, dan tulis setelah ia sakit di waktu kecil. Helen Keller berasal dari keluarga berada. Orang tuanya selalu memanjakannya. Ia tumbuh menjadi anak yang liar. Setiap kali ia mengamuk, orang tuanya selalu memberinya permen. Hal itu membuat Helen memiliki sifat pemarah karena setiap kali ia marah ia mendapatkan permen. Setiap kali ia melakukan kesalahan, ia mendapatkan hadiah. Tidak ada konsekuensi logis untuk Helen. Hal ini merupakan contoh yang kurang tepat untuk mendidik anak. Rasa cinta orang tua yang terkadang malah merusak anak.

            Karena sikap Helen yang sulit dikendalikan, orang tuanya meminta bantuan dokter Anne Sullivan. Di sini saya benar-benar kagum dengan cara dokter Sullivan mengajari Helen. Bagaimana dia memahami apa yang dibutuhkan oleh Helen, bukan apa yang diinginkan oleh Helen. Orang tua Helen mengatakan selalu mengerti kebutuhan Helen. Ternyata dia hanya mengerti apa yang diinginkan Helen, bukan apa yang  dibutuhkannya. 
          
        Helen berhak untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Helen berhak memperoleh pendidikan yang layak. Helen berhak untuk melihat dunia. Meskipun ia tidak bisa melihat, mendengar, ataupun bicara, ia berhak untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia.
       Sosok Anne Sullivan merupakan sosok guru yang sangat menakjubkan. Ia percaya bahwa Helen bisa. Ia tak pernah menyerah untuk membuat Helen mengerti. Ia bisa mengurangi sedikit demi sedikit sifat Helen yang pemarah. Pertama kali yang diajarkan dokter Sullivan adalah bahasa. Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa beraneka macam, tidak hanya lisan tetapi juga bahasa isyarat. Meskipun tidak bisa melihat, bicara,  dan mendengar, Helen masih memiliki kemampuan meraba dari jari jemarinya. Inilah modal awal untuk mengajarkan bahasa kepadanya.

     Dokter Sullivan selalu memberikan penguatan pada Helen saat ia mengikuti pelajaran dengan baik. Dokter Sullivan juga memberi konsekuensi logis saat ia melakukan kesalahan. Tidak ada kata manja. Setiap hari bermacam kata, ia ajarkan pada Helen.

       Di sini benar-benar ada pelajaran berharga bagaimana menjadi seorang guru yang baik yang memahami muridnya. Setiap manusia memiliki kemampuan yang harus dikembangkan.




Bagi yang memiliki judul film bernilai pendidikan, mohon di share ya,,,,
Terima kasih.
dyn
     
           

12 comments:

  1. belum nonton filmnya...oia mampir di blog saya ya..ada reviewnya life of pie..klo suka

    ReplyDelete
  2. saya sudah pernah membaca buku biografi nya hellen keller mbak. dan yang paling hebat disini menurut saya bukanlah hellen kellernya melainkan sang dokter yang dengan sepenuh hati membuat seorang hellen keler mejadi hebat

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah belum baca :)


      iya dokter sullivan memberikan banyak teladan yang bisa dicontoh bagaimana mengajarkan sesuatu pada muridnya:)

      Delete
  3. wah, membaca sinopsisnya saja sudah menarik. bagaimana kalu sudah meneonton filmnya? saya jadi penasaran ingin menonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar-benar banyak pelajaran berharga dari film tu. . . :D

      Delete
  4. HAAAA..... Udah liat filmnya... Dulu banget .... pas masih SMA :3 Keren nih yang buat :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,,keren bingit dan berbobot pastinya,,

      Delete
  5. Replies
    1. sayang bgt yaa,,aq jg cuman dikasih filenya sama temenq,,hehehe,,kyknya jg belom pernah ditayangin di TV ya,,

      Delete
  6. Sdh nonton film taare zameen par? Coba deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah donk...sudah beberapa kali malah...😊

      Delete

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...