Tuesday, 17 December 2013

RAPAI


A.     Pengantar
Rapai merupakan alat musik tradisional dari daerah Aceh. Rapai dimainkan pertama kali pada tahun 900 M di Bandar Khalifak, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.  Rapai merupakan alat musik yang menjadi simbol kebudayaan Aceh. Alat ini mendapat pengaruh dari Baghdad (Irak). Nama rapai diambil dari nama seorang penyiar agama Islam bernama Syekh Rapi. Berdasarkan syair lagu yang selalu dinyanyikan dalam rapai, rapai berasal dari Syekh Abdul Kadir.
Rapai berfungsi sebagai pengatur tempo. Dalam memainkan rapai biasanya dimulai dengan tempo lambat, lalu dengan tempo sedang, kemudian tempo cepat, dan dengan tempo yang semakin cepat lagi. Dahulu rapai digunakan ulama sebagai media untuk menyiarkan dakwah. Pertunjukkan musik rapai untuk memperingati hari-hari besar, upacara perkawinan, pasar malam, permainan debus, mengiringi tarian, dan perlombaan. Rapai sering dimainkan dengan alat musik lain yaitu dengan sarune kalee dan buloh perindu. Rapai mengandung nilai-nilai tertentu antara lain nilai tradisi, nilai budaya, nilai kekompakan, dan nilai keindahan.