Sunday, 16 October 2016

Kirab Pengambilan Pusaka di Tugu Pusaka Selogiri

Sabtu, 15 Oktober 2016 pukul 18.00 warga di sekitar kecamatan Selogiri mulai berdatangan ke taman Tugu Pusaka Selogiri. Beberapa penari terlihat telah bersiap dengan riasannya sambil menunggu acara dimulai. Para pegawai dari berbagai instansi kecamatan selogiri juga telah bersiap. Ada yang memakai beskap, ada pula yang memakai lurik.



Pukul 19.15, acara pun dimulai, para peserta melakukan kirab yaitu berbaris dan berjalan perlahan dari halaman kantor kecamatan Selogiri menuju Tugu Pusaka. Tugu Pusaka adalah tempat penyimpanan pusaka peninggalan K.G.P.A Mangkunegoro I. Di tempat itu tersimpan tiga buah pusaka yaitu Keris Korowelang, Kyai Jolodoro, dan Kyai Totog. Setiap setahun sekali pada bulan Muharram atau bulan Asyura, pusaka-pusaka ini dibersihkan di waduk Gajah Mungkur. 



  

Pusaka-pusaka itu pun diambil dan dikirab kembali menuju kantor kecamatan Selogiri. Malangnya, hujan pun turun. Semakin lama semakin deras. Para pengunjung berlari mencari tempat berteduh. Panggung yang telah dipersiapkan pun tidak terpakai.

Malam semakin larut. Hujan pun tidak kunjung reda. Akhirnya, pukul 20.50 diputuskan untuk memulai pertunjukkan tari di pendopo kecamatan Selogiri. Ada beberapa penampilan dari sanggar dan siswi-siswi SMP di Selogiri. 

Penampilan pertama adalah Tari Rampak dari Sumatra di tampilkan oleh anak-anak dari sanggar. Penampilan pun dilanjutkan dengan pertunjukkan Tari Meong oleh anak-anak usia PAUD. Penampilan ketiga dilanjutkan tari Kupu-kupu. Setelah penampilan dari sanggar dilanjutkan dari siswi-siswi SMP di Selogiri.
Tari Meong
Tari Rampak
  

Ada tari Bunga Soka dari SMP Negeri 2 Selogiri. Tari ini menceritakan dari kuncup sampai mekar dengan menggunakan kain batik yang biasa disebut jarik. Penampilan selanjutnya adalah tari sapu dari SMP Negeri 3 Selogiri. Pertunjukkan pun ditutup dengan penampilan dari siswi SMP Negeri 4 Selogiri.
Tari Bunga Soka
Tari Sapu






Pusaka-pusaka tersebut harus dijaga sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan. Jangan sampai diakui oleh negara lain.  Pertunjukkan seni tari yang disajikan pun juga sebagai wadah tempat siswa berkreasi dan melestarikan seni budaya tari.

Indonesia memiliki ragam seni dan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga. Mulai dari diri sendiri dan ajak orang lain untuk berkarya.

No comments:

Post a Comment

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...