Friday, 18 January 2013

Dismenore [Nyeri pada saat Menstruasi]

Dismenore merupakan rasa sakit berupa nyeri di perut bagian bawah yang dialami wanita saat menjelang atau selama menstruasi yang biasanya disertai dengan mual, muntah, sakit kepala, dan diare.

Macam-macam Dismenore

Dismenore Spasmodik
Nyeri dirasakan sebelum atau segera setelah haid dimulai. Ditandai dengan pingsan, mual, dan muntah.


Dismenore Kongestif
Gejala berlangsung selama 2-3 hari sampai kurang dari dua minggu sebelum haid. Gejala tersebut antara lain pegal-pegal pada paha, sakit pada payudara, mudah tersinggung, gangguan tidur, dan gangguan keseimbangan.

Dismenore Primer
Merupakan nyeri menstruasi tanpa disebabkan kelainan organ reproduksi. Rasa nyeri dapat berlangsung selama beberap jam bahkan beberapa hari. Penyebab dari Dismenore primer ini yaitu emosi yang tidak stabil dan adanya penyakit yang menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri, misalnya anemia.
Dismenore primer biasanya dimulai 6 bulan hingga 1 tahun setelah seorang gadis mendapatkan menstruasi pertamanya. Ini adalah waktu ketika sel telur mulai matang setiap bulan dalam ovarium. Pematangan sel telur disebut ovulasi. Dismenore tidak ada pada siklus jika ovulasi belum terjadi. Dismenore primer jarang terjadi setalah usia 20 tahun (Ramaiah, 2006)

Dismenore Sekunder
Disebabkan karena adanya kelainan organ reproduksi. 
Dismenore sekunder, (disebut juga sebagai Dismenore ekstrinsik, acquired) adalah nyeri menstruasi yang terjadi karena kelainan ginekologik, misalnya endometriosis (sebagian besar), fibroids, adenomyosis. Terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami Dismenore (Proverawati dkk, 2009).

Cara Mengatasi
Untuk Dismenore spasmodik, kongestif, dan primer dapat diatasi dengan cukup istirahat; olahraga teratur; makan buah dan sayur; menghindari kadar gula dan kafein seperti es krim dan kopi; menggosok-gosok perut dan pinggang yang sakit; menarik napas perlahan-lahan; mengambil posisi menungging; dan mengompres perut dengan kompres hangat.
Untuk Dismenore sekunder dapat langsung konsultasi ke dokter.

No comments:

Post a Comment

Yuk, tinggalkan jejak dengan berkomentar...